Monday, 11 March 2013

Ke Turki, Said Aqil Silaturrahim dengan PCINU

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj didampingi Sekjen PBNU KH Marsudi Syuhud menemui warga Nahdliyin yang berada di Istambul, Turki.

Rabu (6/3) menjadi hari yang sangat indah bagi mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Istanbul karena kedatangan orang nomor satu dari organisasi Islam terbesar di Indonesia dan salah satu organisasi yang paling berpengaruh di dunia itu.
KH Said Aqil dan KH Marsudi Syuhud datang ke Istanbul bersama KH Chasbullah Badawi (Pengasuh pondok pesantren Ihya Ulumiddin)
dalam rangka memenuhi undangan konferensi perdamaian bagi Afganistan yang diselenggarakan pada 4-5 Maret 2013 lalu di hotel Hilton Istanbul.
Sehari setelah konferensi berakhir Kang Said beserta rombongan bersedia memberikan waktunya untuk berdialog bersama warga NU Turki. Di lobi hotel warga berkumpul, berdiskusi serta mendengarkan nasihat dari para Kiai NU tersebut.
Pertemuan diawali dengan perkenalan, kemudian penyampaian kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki.
“Setelah PCINU Turki resmi terbentuk pada bulan Juni 2012 yang kemudian disusul dengan SK resmi dari PBNU tertanggal 10 Ramadhan 1433 H/30 Juli 2012, kami telah mengadakan beberapa kegiatan diantaranya pengajian rutin setiap kota, kajian rutin online via radio dan skype, mengadakan tahlil ketika ada keluarga yang sakit atau meninggal, press release sikap PCINU Turki terhadap dinamika perkembangan yang terjadi di tanah air dan peringatan Harlah ke-87 NU pada 1-3 Februari di kota Konya,” ujar Budy El Sugandi, Sekretaris Tanfidziyah PCINU Turki.
Selain menyampaikan kegiatan yang pernah dilaksanakan PCINU juga menyampaikan masukan dan rencana program kerja diantaranya kerjasama PBNU dengan pemerintah Turki, pengembangan media TV NU di tanah air dan rencana konferensi Internasional yang akan diselenggarakan oleh PCINU Turki.
“Kami memohon restu dan berharap agar setiap kegiatan-kegiatan rutin serta rencana kegiatan yang kami susun mendapat dukungan dari PBNU,” papar Muhammad Syauqillah, Katib  Syuriyah PCINU Turki.
PCINU Turki sendiri beranggotakan para mahasiswa, masyarakat yang tersebar di beberapa kota di Turki seperti Istanbul, Ankara, Bursa, Konya, Samsun, Malatya dan Kayseri serta dengan latar belakang pendidikan yang beragam baik bidang Sosial, Agama, Politik dan Sains.
KH Said Aqil memberikan apresiasi dan tanggapan positif dari yang telah kami sampaikan. “Saya senang dengan aktifitas generasi muda NU di sini dan kami akan mendukung setiap kegiatan yang diselenggarakan PCINU Turki asalkan memiliki nilai manfaat untuk kita semua,” paparnya.
Lebih jauh, alumnus Universitas King Abdul Aziz dan Ummu Al-Qura Mekkah ini menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan warga dan memberikan tausiyahnya tentang keadaan bangsa Indonesia saat ini dan tantangan di masa yang akan datang.
“Selama masih muda harus terus mengasah kemampuan diri baik itu akademik, organisasi dan membangun visi misi agar kelak bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Setelah pertemuan yang penuh hikmah tersebut dengan menggunakan transportasi umum tramway beberapa pengrus NU Turki menemani rombongan berkeliling melihat bukti nyata peninggalan kejayaan kekhalifahan Utsmani yaitu Ayashopia, Istana Topkapi dan Masjid Sultan Ahmet (Blue Mosque). Saat berkeliling, baik Kiai Said, dan rombongan terus berdialog dengan para pengurus yang kadang disertai dengan humor yang semakin menghangatkan jelajah tersebut.
Matahari mulai tenggelam dan rombongan harus berangkat melanjutkan perjalanan ke Ankara untuk memenuhi undangan dari KBRI Turki dan kembali ke tanah air keesokan harinya.



SHARE THIS

Author:

PCI NU Turki atau kepanjangan dari Pengurus Cabang Istimewa Turki, merupakan organisasi sosial keagamaan, yang berpusat di Jakarta, Indonesia. PCI NU Turki juga merupakan wadah Silaturahim dan bertukar pikiran untuk mengimplementasikan Islam yang moderat, progresif dan membumi.

0 comments: