Wednesday, 17 April 2013

SE TAJAM MATA NU

(1)

Bukan masdar jadilah fiil
Selamanya menjadi objek penderita
Maka selamanya zaid memukul umar:Tanpa sadar
Mewariskan dosa peribumi
:Sejarah kelam akan timbul kembali
Jika berjalan tampa isi kepala:mata harus menyentuh
Mata NU harus lebih tajam dari kilatan pedang
Membedah telinga zaman yang bingung

GUS…

Matanya takmelihat namun hatinya mendengar
Tlinganya bisu namun tangannya peka
Suarasuara ramai, solawat meredam amarah langit
Masihkah pantas umat masih bertanya:mencari jawab di atas ?



Tentang urusan umat;

Istigosah,yasinan,tahlil,talqin,jiarah,qunut,bedug dan bordah
Masihkah seksi teradisis itu?
Jika tak memberi roh di setiap jalan kebudayaan:suburkan bumi
Tunggu saat kematian tanpa nama baik:
Membusuk sperti mayat:yang di talqin
“lailaha ilalah….dengan senyum melambailambai
Membelasat meninggalkan bumi yang sibuk menafsir kematian:

-----
Di pindok ada jalan kesunyian
Memital waktu membedah moral
Idiologi seksi sepanjang zaman:NU
Akan ramai dibicarakan..asal umat tetap setia
Untuk taqwil zaman-
------ 
NU akan menjadi benteng pertahanan terakhir…
Soal peperangan semesta apa jawabnya
Semua sudah ada dalam teradisi lisan dan kitab kuning
.....jangan biarkan menjadi lumput
menjadi kembang hidup......

menulis langit dan bumi sudah terjawab dalam taqrib:
Kau sedang apa ?
Memikiran apa ?

KHOTBAH NU

(2)

Bicaralah umat adalaha NU
Di sudut pojok bumi:
Hanya hajat kesetian semesta
Doadoa di altar khotbah
Akan sepi bila tak bicara ekonomi
Sedekah nalar kemakmuran
Zakat pecahkan kegalawan umat
Menuntus si fakir tentang keimanan?
Ketuklah pintu rumah si miskin
Bukan jiwanya yang sedang susah
Serupa perut yang kempis adalah musuhnya
Soal ibadah soal petualanan jiwa..
Bukan sejatinya rutinitas atau upacara tilaman:menguras waktu
Tak perlu pasih berkhotbah
Sampaikan sepenggal huruf menjadi laku
Menjadi perbuatan..
Tangan kirimu akan lebih manis-

Memberi,

Asal nyata
Tak disuruhpun ia akan meminta
Memberi sebanyakbanyaknya serupa “ berkah ”

KAYSERI,17 APRIL 2013

Khifdi Ridho adalah Mahasiswa master Filsafat di Universitas Erciyes, kota Kayseri - Turki.

SHARE THIS

Author:

PCI NU Turki atau kepanjangan dari Pengurus Cabang Istimewa Turki, merupakan organisasi sosial keagamaan, yang berpusat di Jakarta, Indonesia. PCI NU Turki juga merupakan wadah Silaturahim dan bertukar pikiran untuk mengimplementasikan Islam yang moderat, progresif dan membumi.

0 comments: