Tuesday, 13 August 2013

Safari Ramadhan PCI NU Turki di Jakarta

Jakarta,09 Agustus 2013
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Turki dalam bulan suci Ramadhan 1434 H. kali ini berkesempatan melakukan kunjungan ke beberapa tokoh Nahdliyin di Jakarta. Kunjungan dilakukan dalam rangka silaturahim sekaligus membangun kerjasama antara NU Turki dengan NU Indonesia. PCI NU Turki yang diwakili oleh Muhamad Syauqillah (S3, Marmara Universitesi), Ridho Assidicky (S1, Gebze Yuksek Teknoloji Enstitusu), dan Deo Adinda Ramadhan (S1, Inonu Universitesi) melakukan kunjungan tersebut selama 2 hari.
Kunjungan pertama pada hari Senin, 28 Juli 2013, perwakilan PCI NU Turki diundang untuk menghadiri buka bersama oleh Bapak Wakil Menteri Agama, Prof. Nasaruddin Umar. Buka bersama dilaksanakan di kediaman beliau, di Cilandak, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan ini, PCI NU Turki menyampaikan proposal pengajuan kuota TEMUS (Tenaga Musiman Haji) untuk wilayah Turki. Pengajuan ini direspon baik oleh Bapak Wamenag. Beliau mengungkapakan akan mengusahakan dan menindaklanjuti masalah ini.
Kunjungan kedua dilaksanakan pada hari Selasa, 29 Juli 2013.
Rombongan PCI NU Turki bertolak menuju kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Rombongan bertemu dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj serta beramah tamah di ruang kerja beliau. Terkait dengan konflik dan isu-isu yang seringkali dihadapi warga Nahdliyin di luar negeri, terutama di Turki, Kyai Said berpesan agar melanjutkan dan mengistiqomahkan perjuangan. “Warga Nahdliyin harus unggul dan berani menunjukkan kelebihan-kelebihan NU.” Pungkas beliau. Pertemuan dengan ketua umum PBNU tersebut ditutup dengan foto bersama.
Masih di gedung yang sama, berikutnya rombongan bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBNU, KH Marsudi Syuhud. Kesempatan ini digunakan oleh PCI NU Turi untuk membahas kerjasama yang mungkin dibentuk antara NU dengan Turki. Setiap tahun pemerintah Turki memberikan beasiswa untuk pelajar asing dengan kuota yang cukup banyak, termasuk kepada mahasiswa Indonesia. Untuk itu PCI NU Turki berharap Nahdlatul Ulama, selaku ormas islam terbesar di Indonesia mampu membangun kerjasama dengan pemerintah Turki guna mendapatkan kuota tersendiri bagi pelajar Nahdliyin yang ingin melanjutkan studinya ke Turki. Harapan ini dijawab dengan baik oleh Kyai Marsudi. Menurutnya, NU akan segera bekerjasama dengan Turki, melalui kedutaan besar Turki di Jakarta.
Selain itu, Kyai Marsudi juga menyatakan bahwa studi Islam Nusantara merupakan subjek yang banyak diminati oleh kalangan intelektual disamping studi Islam Timur Tengah. Karenanya, sangat memungkinkan kedepannya akan banyak pelajar asing berbondong-bondong ke Indonesia untuk meneliti khasanah Islam Nusantara. Dan NU sebagai pintu gerbang penjaga tradisi Islam Nusantara akan banyak ikut andil.
Selaras dengan tujuan tersebut, NU membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pelajar asing untuk melakukan student exchange ke universitas-universitas NU di seluruh Indonesia. Dan PCI – PCI yang tersebar di seluruh dunia diharap mampu menjadi jembatan tujuan mulia ini.



SHARE THIS

Author:

PCI NU Turki atau kepanjangan dari Pengurus Cabang Istimewa Turki, merupakan organisasi sosial keagamaan, yang berpusat di Jakarta, Indonesia. PCI NU Turki juga merupakan wadah Silaturahim dan bertukar pikiran untuk mengimplementasikan Islam yang moderat, progresif dan membumi.

0 comments: