Monday, 28 October 2013

Napak Tilas Nasrudin Hoja

Hari Minggu (27/10/13) yang sejuk, udara memasuki musim dingin yang terasa bersahabat, PCI NU ( Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama ) Turki ranting Konya melaksanakan kegiatan napak tilas ke makam Nasrudin Hoja, yang diikuti sekitar 15 orang bahkan ada juga sahabat dari Malaysia.
Nasrudin Hoja merupakan tokoh sufi yang dikenal dengan nasehat-nasehatnya yang satir, kisah-kisahnya yang kocak namun sarat makna filosofis dan penuh hikmah, sehingga diperlukan tingkat kecerdasan serta kejernihan hati untuk memahami pesan dari kisah-kisahnya.
Melalui kisah- kisahnya Nasrudin Hoja mengkritik permasalahan yang dia temui didunia sosialnya. Yang menarik dari kisah-kisahnya adalah dia selalu mengekspos komentar berani namun tetap penuh humor dan hidup.
Menurut berbagai sumber, tokoh sufi yang hidup di kawasan Turki pada sekitar abad 13 kekhalifahan Islam pada Dinasti Seljuq hingga penaklukan Bangsa Mongol ini merupakan seorang filosof yang bijak dan penuh dengan cita rasa humor. Kisah-kisah Nasrudin Hoca telah dikenal hampir di seluruh belahan dunia. Tentu saja, seluruh kisah tentang Hoja Nasruddin dengan rentang waktu lebih dari 7 abad, tidak semua asli darinya. Bisa saja merupakan produk budaya humor secara kolektif bukan hanya dari budaya Turki tapi bisa juga dari masyarakat Islam lainnya.
Berikut ini adalah salah satu kisahnya yang penuh sindiran ke penguasa;
Kebetulan Nasrudin Hoca sedang ke kota raja. Tampaknya ada kesibukan luar biasa di istana. Karena ingin tahu, Nasrudin mencoba mendekati pintu istana. Tapi pengawal bersikap sangat waspada dan tidak ramah.
"Menjauhlah engkau, hai mullah!" teriak pengawal. [Nasrudin dikenali sebagai mullah karena pakaiannya]
"Mengapa ?" tanya Nasrudin.
"Raja sedang menerima tamu-tamu agung dari seluruh negeri. Saat ini sedang berlangsung pembicaraan penting. Pergilah !"
"Tapi mengapa rakyat harus menjauh ?"
"Pembicaraan ini menyangkut nasib rakyat. Kami hanya menjaga agar tidak ada perusuh yang masuk dan mengganggu. Sekarang, pergilah !"
"Iya, aku pergi. Tapi pikirkan bagaimana kalau perusuhnya sudah ada di dalam sana?" kata Nasrudin sambil beranjak dari tempatnya.
Makam Nasredin Hoja terletak di Akşehir berjarak 136 Km dari pusat kota Konya. Untuk sampai ke Akşehir diperlukan waktu sekitar 2,5 jam dengan mengendari mobil. Kami berangkat dari Konya pukul 10 pagi, sampai di Akşehir pukul 12.30. Sampai disana kami langsung menuju makam Nasrudin Hoja, berziarah dan berdoa di pusara beliau.
“Ada 2 manfaat yang dapat kita ambil saat berziarah ke makam wali, pertama mengingatkan bahwa kita kelak juga akan mati menyusul mereka yang sudah wafat, kedua membuktikan dan menjadi saksi kebenaran eksistensi seorang wali tersebut bahwa beliau dimakamkan di pusara ini dan semoga kita dapat menjadi penerus perjuangan mereka” kata ketua panitia acara Sayid Muhammad Mulki Razqa. Acara diakhiri dengan makan siang disalah satu taman di Akşehir dengan salah satu menu rendang, kemudian diteruskan kembali ke Konya.

SHARE THIS

Author:

PCI NU Turki atau kepanjangan dari Pengurus Cabang Istimewa Turki, merupakan organisasi sosial keagamaan, yang berpusat di Jakarta, Indonesia. PCI NU Turki juga merupakan wadah Silaturahim dan bertukar pikiran untuk mengimplementasikan Islam yang moderat, progresif dan membumi.

0 comments: