Saturday, 25 June 2016

Dialog Interaktif 'Turkish Scholarship'



Sabtu, 20 Februari 2015 PCINU Turki melalui NURAdio bekerjasama dengan Radio PPI Dunia berhasil menyelenggarakan dialog interaktif bertemakan beasiswa pemerintah Turki. Dialog ini diadakan berdasarkan akan dilaksanakannya seleksi tahunan beasiswa pemerintah Turki yang menurut info akan dibuka pada 29 Februari sampai 31 Maret 2016.
Siaran selama dua jam ini menghadirkan dua narasumber. Pertama Silviana Mayasari, mahasiswa sarjana dari Jombang yang kini sedang mengikuti program exchange di Rumania, kedua, M. Mu’afi himam, mahasiswa pascasarjana prodi Sejarah Agama asal Bojonegoro, Jawa Timur. Siaran ini  dimoderatori oleh Mawaddah Idris yang merupakan putri asli Aceh yang sedang menempuh jenjang pascasarjana di kota Konya. Dipandu oleh tim dari Radio PPI Dunia, dialog dimulai dengan pemaparan syarat-syarat bagi para pendaftar beasiswa. “Syarat utamanya, pendaftar harus mempunyai ijazah serta transkrip dengan nilai rata-rata minimal 70% untuk jenjang S1, 75% untuk pendaftar jenjang S2 dan S3. Selain itu, ada batasan umur juga. Bagi calon mahasiswa S1, maksimal berusia 21, S2 berusia 30, serta S3 bersusia 35 tahun,” terang Silvi, panggilan Silviana Mayasari.
Dialog interaktif ini berlangsung menarik, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada moderator. Menanggapi Farhan Darmatatya, salah satu penanya dari Twitter, Mu’afi memberikan jawabannya, “Pendaftar beasiswa pemerintah Turki tak hanya bagi mereka yang telah lulus serta mendapatkan ijazahnya, tapi juga diperbolehkan bagi mereka yang sedang berada ditingkat atau semester terakhir, dengan catatan lulus maksimal bulan Juni tahun ini. Semua pendaftar mempunyai peluang yang sama, baik lulusan sekolah negeri, SMK maupun Madrasah Aliyah, bahkan beberapa pendaftar yang lolos merupakan lulusan pondok pesantren.”
Setengah jam setelah dialog interaktif berlangsung, salah satu pertanyaan mengenai format pembuatan surat rekomendasi dan prestise pemberi surat rekomendasi dijawab oleh Silvia. “Surat rekomendasi ini penting walaupun tidak sebagai syarat wajib. Pengalaman saya waktu itu mendapat surat rekomendasi dari Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo.” Surat rekomendasi disini bersifat sebagai pemantapan semua dokumen maupun data formulir lamaran beasiswa tersebut.
“Bagi para pendaftar yang lolos seleksi berkas serta wawancara, akan diharuskan mengikuti kursus bahasa Turki selama lebih kurang satu tahun sebelum memulai pembelajaran formal di kampus-kampus negeri di Turki,” penjelasan Mu'afi. “Hal ini seperti yang dijelaskan di bagian FAQ situs resminya (http://www.Turkiyeburslari.gov.tr/index.php/en/), porsi beasiswa dibagi rata ke tiga macam program yaitu Sosial, Teknik, dan Keagamaan,” tutupnya. Berikut ini rekaman Dialog Interaktif Informasi Beasiswa Pemerintah Turki yang berdurasi 1:45:45 melalui Youtube (https://www.youtube.com/watch?v=zt-FAPzsH-8&feature;=youtu.be). [M. Mu'afi Himam]



SHARE THIS

Author:

PCI NU Turki atau kepanjangan dari Pengurus Cabang Istimewa Turki, merupakan organisasi sosial keagamaan, yang berpusat di Jakarta, Indonesia. PCI NU Turki juga merupakan wadah Silaturahim dan bertukar pikiran untuk mengimplementasikan Islam yang moderat, progresif dan membumi.

0 comments: