Saturday, 25 June 2016

Rutinitas Ramadan di kota Konya


Tidak terasa kita telah menyelesaikan separuh bulan Ramadan. 3 hal yang selalu mengiringi bulan Ramadan adalah puasa, tadarus Alquran dan salat tarawih. Dengan berbagai macam ibadah, muslim di seluruh belahan dunia berlomba-lomba mendekatkan diri pada sang pencipta. Berikut adalah beberapa rutinitas selama Ramadan yang saya temui di Konya.

Mukabele di masjid Kapı Camii
Mukabele adalah kegiatan membaca atau menghafal Alquran yang dilakukan secara bergantian—para jemaah menyimak pembacaan Alquran dalam hati. Di masjid yang dibangun oleh  salah satu keturunan Maulana Jalaluddin Rumi-- Hasanoğlu Şeyh Hüseyin Çelebi pada tahun 1658 ini tradisi mukabele sudah berlangsung selama 50 tahun. Kegiatan mukabele bisa kita ikuti selepas salat zuhur. Para hafiz secara bergantian menghafal Alquran di mimbar masjid sambil disimak oleh para jemaah. Posisi masjid Kapı Camii tidak jauh dari makam Maulana Jalaluddin Rumi. Letaknya yang strategis membuat masjid ini selalu penuh oleh para insan yang beribadah.

Ziarah Makam Wali
Masyarakat Turki masih akrab dengan tradisi ziarah kubur para wali dan tak  sibuk ricuh tentang masalah bid’ah.  Pada bulan Ramadan jumlah peziarah di makam para wali semakin meningkat. Di Konya, salah satu tujuan peziarah selain ke makam Maulana Jalaluddin Rumi adalah makam Sadruddin Konevi, seorang ulama tasawwuf abad 13.

Tarawih di pelataran masjid Selimiye
Salah satu ibadah sunah pada bulan Ramadan adalah salat tarawih. Masyarakat Konya setiap malam berduyun-duyun memadati halaman masjid Selimiye—salah satu masjid peninggalan Kesultanan Osmani. Masjid Selimiye mulai dibangun pada zaman kekuasan Sultan Selim II (1558-1567). Letak masjid ini di komplek makam Maulana Jalaluddin Rumi. Salat tarawih di tempat ini berjumlah 20 rekaat, setiap dua rekaat salam- dan setelah salam para jemaah membaca salawat atau kalimat tasbih bersama-sama.

Minum teh di kedai-kedai
Setelah melaksanakan ibadah salat tarawih, masyarakat Konya biasa bercengkerama sambil menyesap çay-- teh Turki di kedai-kedai yang bersebaran di sekitar masjid. Sebagaimana kita tahu setiap ibadah yang diperintahkan Allah adalah untuk meningkatkan hubungan vertikal dan horizontal secara seimbang. Hubungan vertikal antara makhluk dengan sang pencipta, hubungan horizontal yaitu hubungan sesama makhluk Allah SWT.  Menurut saya minum teh sambil bercengkrama yang bermanfaat adalah salah satu cara menyeimbangkan hubungan vertikal dan horizontal masyarakat Konya dan Turki pada umumnya. Obrolan-obrolan di kedai teh ini mengalir hingga larut. [Hari Pebriantok]

SHARE THIS

Author:

PCI NU Turki atau kepanjangan dari Pengurus Cabang Istimewa Turki, merupakan organisasi sosial keagamaan, yang berpusat di Jakarta, Indonesia. PCI NU Turki juga merupakan wadah Silaturahim dan bertukar pikiran untuk mengimplementasikan Islam yang moderat, progresif dan membumi.

0 comments: