Friday, 15 December 2017

Reportase Hasil KTT OKI Luar Biasa Perihal Yerusalem



oleh: Amirullah Asyari, Lc., MA.
Rois Syuriah PCINU Turki 2016-2018


Berikut hasil laporan dari KTT OKI Luar Biasa yang di laksanakan di Istanbul pada tanggal 13 Desember 2017, yang dapat dirangkum selama acara berlangsung.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang negaranya memegang jabatan presiden OKI secara bergilir, merupakan kepala negara pertama yang berbicara dalam acara KTT OKI Luar Biasa:

1. Erdogan mengatakan kepada pemimpin OKI bahwa ekspansionisme Israel "meroket," yang menggambarkan entitas tersebut sebagai "sebuah negara pendudukan. Israel adalah negara yang penuh dengan teror.

2. Lebih lanjut mendesak masyarakat internasional untuk mengakui Yerusalem Timur sebagai "ibukota Palestina".

3. Erdogan menggambarkan bahwa keputusan Washington sebagai hadiah atas "tindakan teror" Israel dan mengatakan bahwa kota tersebut merupakan garis merah bagi umat Islam. 'Al-Quds selamanya akan menjadi ibu kota Palestina'


Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyampaikan:

1. Mengecam keputusan Trump yang dianggap sebagai "kejahatan terbesar" dan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional.

 2. Washington memberikan "hadiah" Yerusalem kepada "gerakan Zionis" seolah-olah itu adalah kota Amerika, dan ini sudah melintasi semua garis merah.

3. Yerusalem (al-Quds) akan selamanya menjadi ibu kota negara Palestina. Tidak akan ada kedamaian, tidak ada stabilitas tanpa itu.

4.  Menolak peran masa depan untuk Amerika Serikat dalam proses perdamaian Timur Tengah yang disebut, bahwa Washington sudah bias mendukung Israel.


Poin-poin yang disampaikan Menlu Retno Marsudi dalam pidatonya di KTT OKI Luar Biasa Tingkat Menlu antara lain:

1.  Meminta semua anggota OKI untuk menerapkan Resolusi OKI di Palestina dan Al Quds Al Sharif untuk memastikan dampak positif yang signifikan terhadap Palestina.

2. Indonesia akan bekerja untuk mendapatkan dukungan masyarakat internasional untuk pengakuan negara Palestina


Menlu Turki Mevlut Casuvoglu dalam pidato pembukaan KTT OKI Luar Biasa mengatakan, dunia harus mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina:

1.  Palestina harus diakui oleh semua negara lain. Kita semua harus berjuang bersama untuk ini, saat para menteri luar negeri berkumpul menjelang pertemuan OKI penuh.

2. Kita yang mengakui Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina, harus mendorong negara-negara lain untuk [juga] mengakui Palestina berdasarkan perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

3. Yerusalem, yang dipuja oleh orang Yahudi, Kristen dan Muslim sama, merupakan rumah bagi situs tersuci ketiga agama  dan telah menjadi jantung konflik Israel-Palestina selama beberapa dekade.

3. Kita telah berkumpul di sini untuk menghentikan penganiayaan, AS telah sangat melukai hati nurani manusia, Israel bertujuan untuk melegitimasi usaha pendudukannya. Keputusan A.S. ini batal demi hukum.

4. Israel menduduki Yerusalem Timur pada tahun 1967 dan kemudian mencaploknya, sebuah tindakan yang dianggap ilegal menurut hukum internasional.


5. OKI akan memberikan "pesan kuat" setelah KTT OKI Luar Biasa ini. (mm).

SHARE THIS

Author:

PCI NU Turki atau kepanjangan dari Pengurus Cabang Istimewa Turki, merupakan organisasi sosial keagamaan, yang berpusat di Jakarta, Indonesia. PCI NU Turki juga merupakan wadah Silaturahim dan bertukar pikiran untuk mengimplementasikan Islam yang moderat, progresif dan membumi.

0 comments: