Friday, 6 April 2018

KONFERCAB IV PCINU TURKI TEGASKAN NAHDLIYIN HARUS TERBUKA


Istanbul. Bertempat di Konsulat Jendral Republık Indonesia Istanbul, distrik Sisli, Istanbul, pada Sabtu (31/03), Konferensi Cabang Istımewa  Nahdlatul Ulama (Konfercab PCINU Turki) secara resmi dibuka oleh Amirullah Sain Asy’ari, Lc, MA selaku Rois Suriyah PCINU Turki. Sejumlah warga Nahdiyin baik dari Istanbul maupun dari kota lain seperti Konya, Ankara dan Bursa hadir dalam acara ini.
Agenda dua tahunan ini kembali digelar PCINU Turki untuk menentukan kepengurusan yang akan duduk pada periode 2018 – 2020 nanti. Konfercab kali ini diselenggarakan bersama dengan peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sehingga selain warga nahdhiyin tampak  hadir juga dalam pembukaan masyarakat Indonesia yang berada di wilayah turki.
Ketua Tanfidziyah periode 2016-2018, M Muafi Himam, dalam kata sambutannya berharap meskipun ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh PCINU, namun tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat non-Nahdliyin untuk hadir pula dalam acara tersebut. “Selain Konfercab, acara pada pagi hari ini adalah peringatan Isra’ dan Mi’raj, di mana peringatan ini adalah hari besar kita bersama sebagai umat Islam. Oleh karenanya, mari kita bersama-sama memperingatinya tanpa eksklusivitas. Mari kita fungsikan NU sebagai perekat, bukan penyekat,” tuturnya.

Sosialisasi Toleransi Beragama
Sementara itu, Herry Sudrajat selaku Konjen RI dalam sambutnya mengapresiasi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh teman-teman PCINU Turki selama ini. “PCINU Turki adalah salah satu partner terbaik kami di Istanbul,” tuturnya. Menurutnya ada dua alasan mengapa NU Turki dianggap sebagai salah satu parner terbaik, “Pertama karena tidak diragukan lagi komitmen warga Nahdiyin dalam beragama dan berbangsa; yang kedua bahwa warga NU yang mayoritas mahasiswa ini, mereka langsung bersinggungan dengan masyarakat sekitar,” lanjutnya. Dalam penutupan sambutannya, pria yang hobi menulis puisi ini berharap agar warga Nahdiyin di Turki untuk tidak berhenti mempromosikan Islam yang penuh rahmat terutama kepada sesama warga Indonesia dan umumnya kepada warga Turki
Duta Besar Republik (Dubes) Indonesia Untuk Turki, Wardana dalam sambutannya menyatakan bahwa beliau mendukung penuh kegiatan Konfercab PCINU yang digelar tahun ini.  Harapannya siapapun nanti yang mendapatkan amanah duduk dalam kepengurusan Tanfidziyah maupun Syuriyah mampu menjadi pengurus yang amanah dan mampu membawa PCINU menuju lebih baik.
Dalam pernyataannya, beliau juga menyampaikan fenomena beberapa pemeluk agama di Indonesia yang cenderung memahami akidah secara instan. “Saya harap acara semacam ini mampu menjadi ajang untuk meningkatkan kesadaran diri serta komitmen kita dalam menyikapi berbagai permasalah yang dihadapi, meningkatkan pemahaman kita terhadap akidah kita sendiri, hingga menjadikan kita tidak mudah terpengaruh dengan pandangan yang tak sesuai dengan prinsip yang kita anut,” tuturnya.
Acara yang juga dipergunakan sebagai ajang untuk sosialisasi toleransi beragama oleh KJRI Istanbul ini menampilkan pertunjukan kasidah perdana dari Fatayat PCINU Turki, hadrah al-Konstantiniyah PCINU Turki, serta deklamasi puisi dan pertunjukan music oleh Nahdliyin Turki. Di samping itu, panitia juga mengagendakan diskusi panel panjang yang membahas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Nahdliyin, baik di Turki maupun di Indonesia. Diskusi menimbang pentingnya menyebarkan Islam yang penuh rahmat tak hanya melalui platform organisasi, namun lebih kepada kegiatan serta amalan yang membawa nilai-nilai ke-NU-an yang tawazun dan ta’adul.
Adapun hasil dari Konfercab PCINU Turki ke-IV ini memutuskan secara aklamasi Amırullah Sain Asy’ari kembali menjadi Rais Syuriyah, dan Ahmad Munji, yang juga merupakan mahasiswa doktoral di Universitas Marmara sebagai ketua Tanfidziyah untuk periode selanjutnya. (Ahmad Munji).


SHARE THIS

Author:

PCI NU Turki atau kepanjangan dari Pengurus Cabang Istimewa Turki, merupakan organisasi sosial keagamaan, yang berpusat di Jakarta, Indonesia. PCI NU Turki juga merupakan wadah Silaturahim dan bertukar pikiran untuk mengimplementasikan Islam yang moderat, progresif dan membumi.

0 comments: