Saturday, 15 December 2018

Refleksi Maulid dan Kebangkitan Milenial dalam Peringatan Maulid Nabi di KBRI





Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Ankara menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Wisma Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) Ankara, Sabtu (8/12). Selain warga Nahdliyin, dalam kegiatan ini hadir pula Muhammadiyah Turki, Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor, Santri Sulaimaniyah, Ikatan Masyarakat Aceh di Turki (Ikamat), ibu-ibu dari Darma Wanita, serta mahasiswa dan masyarakat umum Indonesia di Turki.

Ketua Pelaksana M. Abdur Rochman mengatakan, meskipun maulidan merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh PCINU Turki, namun acara terbuka bagi masyarakat di luar Nahdliyin.

"Kegiatan pada siang ini adalah peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, yang mana beliau adalah nabi kita semua. Peringatan maulid nabi adalah hari besar kita bersama sebagai umat Islam," ujar Rochman dalam sambutan.

Hikmat Moeljawan mewakili Duta Besar RI untuk Turki yang sedang menerima penghargaan di Indonesia mengatakan, Nabi Muhammad adalah rahmat bagi semesta alam. "Beliau memberi contoh dan suri tauladan yang baik bagi kita semua, dari persoalaan kemanusiaan hingga aktivitas perekonomian. Maulid nabi ini adalah momentum baik untuk memaknai ajaran-ajarannya pada aktivitas sehari-hari kita," ujar dia.


Pembacaan Maulid ad-Diba'i dan Diskusi Publik

Kegiatan dimulai dengan tabuan hadrah mengiringi pembacan Maulid ad-Diba'i karya al-Imam al-Hafidz Abdurrahman ad-Diba'i. Grup hadrah PCINU pimpinan Muhamad Aufal Marom mengajak audiens turut serta menyenandungkan shalawat bersama. Selama pembacaan maulid yang berlangsung sekitar satu jam, Wisma Dubes RI dipenuhi dengan gemuruh shalawat nabi.

Setelah pembacaan Maulid ad-Diba'i, acara dilanjutkan dengan diskusi publik “Maulid dan Narasi Kebangkitan Milenial dalam Revolusi Industri 4.0" oleh Katib Syuriyah PBNU sekaligus Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora RI, Dr. KH. Asrorun Ni’am Sholeh, MA.

Sebagai pengantar, Wakil Rais Syuriah PCINU Turki Ahmad Sidqi memberi gambaran umum topik diskusi. "Revolusi industri sudah berlangsung lama, dan sejak memasuki milenium baru ia juga memasuki tahap baru. Maulid menjadi wahana kita sebagai umat muslim untuk merefleksikan kembali ajaran-ajaran Nabi Muhammad menghadapi zaman ini," ujar Sidqi.

Sebagai pembuka diskusi, Kiai Ni'am menjelaskan kepada peserta tentang etos kerja dan aktivisme perekonomian Nabi Muhammad. "Beliau adalah prototipe entrepreneur sejati. Jauh sebelum menjadi nabi dan rasul, beliau sudah memiliki keteladanan. Mulai dari menggembala domba, ikut berdagang dengan pamannya, menikah dengan Khadijah, hingga akhirnya menjadi rasulullah," ujar Kiai Ni'am.

Ia mendorong milenial untuk berani melangkah seperti Nabi Muhammad dan menghilangkan persepsi inferiotas bangsa Indonesia agar mampu memanfaatkan bonus demografi pada 2030. Ia memberi beberapa contoh pemuda muslim Indonesia yang berhasil memanfaatkan teknologi dalam persaingan ekonomi global.

Selain itu, ia juga menyoroti perkembangan berita palsu di berbagai media sosial yang berpotensi memecah belah bangsa. Ia menghimbau agar milineal bisa bijak menggunakan media sosial.

"Sekarang perubahan bisa hanya lewat genggaman ini (red: handphone). Kita perlu bijak menggunakan ini dan menjadikannya sebagai media untuk berkarya," ajak Kiai Ni'am. 

Di akhir diskusi, Kiai Ni'am menekankan arti pentingnya persatuan dan perdamaian di tengah perbedaan latar belakang masyarakat indonesia. “Di tengah keberbedaan kita, realitas pluralitas masyarakat yang merupakan fitrah Allah SWT menjadi tanggung jawab kita untuk mencari titik persamaan. Kita berbeda suku, ras, agama, dan bahasa tapi kita diikat dalam kesatuan sebagai bangsa, diikat kesatuan dalam agama, dalam ikatan manusia, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah islamiyah dan ukhuwah basyariah," tutup Kiai Ni'am.

Kegiatan yang dihadiri hampir seratus peserta ini berlangsung interaktif dan mendapat sambutan yang baik dari peserta. Acara ditutup dengan penyerahan plakat serta foto bersama dengan seluruh yang hadir siang itu. (ZM)



SHARE THIS

Author:

PCI NU Turki atau kepanjangan dari Pengurus Cabang Istimewa Turki, merupakan organisasi sosial keagamaan, yang berpusat di Jakarta, Indonesia. PCI NU Turki juga merupakan wadah Silaturahim dan bertukar pikiran untuk mengimplementasikan Islam yang moderat, progresif dan membumi.

0 comments: