Tuesday, 30 July 2019

Reportase Kunjungan Rombongan PBNU ke Konya Turki

Rombongan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dalam agendanya saat berkunjung ke Turki juga memiliki agenda untuk mengunjungi kota Konya. Di Konya ini, para peserta rombongan yang terdiri dari Rais Aam PBNU KH Miftahul Achyar yang didampingi Sekretaris Kedubes Indonesia untuk Turki Afrian Asri, juga didampingi Sekretaris Dewan Syuriah KH Zulfa Mustofa, serta para pengurus Majelis Syuriah NU lainnya seperti KH Manarul Hidayat, Achmaf Sudrajat Salim, dan Mahbub Maafi.

Tak lupa pula beberapa pengurus dan warga PCINU di Konya juga turut menyambut dan mendampingi kegiatan rombongan.

Mengunjungi Departemen Agama Wilayah Konya

Dalam kesempatan itu, rombongan yang datang langsung di sambut oleh Wakil Ketua Departemen Agama Wilayah Konya, Bapak Musa İMAMOĞLU serta beberapa staf. Setelah penyambutan di depan kantor, rombongan kemudian langsung diajak untuk menuju ruang kepala untuk selanjutnya melaksanakan agenda berdialog dan berdiskusi.
Rombongan Berdialog dengan pihak Departemen Agama Konya Turki
Bapak Musa pun kembali mengucapkan selamat datang dan memberikan keterangan secara singkat mengenai kegiatan Departemen Agama Wilayah Konya, berupa profil, agenda kegiatan, tugas-tugas, serta teknis-teknis kegiatan selama periode kepengurusan beliau. Juga dijelaskan mengenai rencana-rencana kegiatan keagamaan yang berupaya atau bertujuan untuk meningkatkan kualitas keberagamaan masyarakat Turki khsuusnya di wilayah Konya.

Selain itu, Bapak Musa pun mengenalkan kepada rombongan mengenai profil kota Konya, sejarah singkat, serta informasi terkait kependudukan, situasi sosial, ekonomi dan pendidikan.

Setelah itu, pihak rombongan PBNU pun memberikan ucapan terimakasih serta mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan rombongan dalam kunjungan tersebut. Dimulai dari Rais Aam, KH. Miftahul Achyar yang menjelaskan bahwa tujuan kedatangan rombongan adalah untuk bersilaturahim kepada sesama umat Islam serta hendak belajar dari Turki dan berbagi pengalaman mengenai kehidupan beragama dan berbangsa.
Rombongan dan Pihak Departemen Agama Turki Bertanya-jawab
Juga Rais Aam menjelaskan mengenai profil singkat organisasi Nahdlatul Ulama, sejarah, serta kegiatan-kegiatan yang sedang dilakukan. "Nahdlatul Ulama adalah organisasi keagamaan terbesar di Indonesia dan memiliki saham terbesar dalam rangka menjadikan terwujudnya bangsa Indonesia" begitulah salah satu kutipan penjelasan Rais Aam.

Dalam kesempatan itu, Rais Aam juga berpesan kepada pihak Departemen Agama Konya untuk sekiranya di masa yang akan datang, bisa membuka peluang lebar untuk bisa menerima pelajar-pelajar dari Indonesia agar bisa melanjutkan pendidikan di Konya khususnya.

Segala maksud dan tujuan kedatangan rombongan PBNU tersebut diterima dengan sangat baik oleh Bapak Wakil. Beliau mengatakan, "Sebagai umat Islam, agar hubungan kita semakin erat maka kita harus sering bersilaturahim." Untuk waktu yang akan mendatang, beliau juga mendorong warga Nahdiyin untuk selalu menjalin komunikasi yang erat dengan pihak Departemen Agama Konya. Juga dalam kegiatan-kegiatan keagamaan hendaknya warga PCINU Turki juga bisa ikut andil nantinya.

Makan Bersama dan Ramah Tamah

Setelah menyelesaikan pertemuan resmi, rombongan kemudian shalat dhuhur dan berlanjut menuju restoran Konya Mutfagi, restoran khas Konya yang menyediakan makanan daerah. Rombongan pun bisa mengobrol dengan suasana lebih mengalir dan lebih akrab.
Tuan Rumah dan Para Tamu Makin Akrab
Pihak Departemen Agama dan Rombongan PBNU mendapatkan jamuan istimewa berupa makanan Etliekmek, makanan legendaris khas Konya berupa roti bertabur irisan daging dan dimasak dengan metode klasik.
Para Tamu menikmati jamuan makan dengan lahab
Rombongan pun juga sempat bersua foto dengan masyarakat lokal dan ramah tamah serta berdialog singkat seputar budaya Indonesia.

Mengunjungi Kantor dan Museum Pusat Kultur dan Budaya di Konya

Agenda berikutnya adalah mengunjungi kantor dan museum Pusat Kultur dan Budaya di daerah Karatay Konya. Di dalam museum ini, ditampilkan beberapa lukisan yang menggambarkan situasi Konya zaman lampau. Juga ada beberapa lukisan yang menggambarkan tentang perjalanan hidup ar-Rumi.
Para rombongan mendengarkan Penjelasan dari Pihak Departemen Agama mengenai kehidupan ar-Rumi melalui Lukisan
Para rombongan mendengarkan dengan rasa penasaran atas apa yang dijelaskan oleh pihak Departemen Agama. Bisa dibilang museum itu adalah tempat yang paling tepat untuk menggambarkan kultur dan budaya Konya secara realistis.

Dari tempat tersebut para rombongan bisa belajar secara mendetail mengenai kehidupan masyarakat konya serta bagaimana sejarah hidup Maulana Ar-Rumi.

Berziarah ke Makam Maulana Jalaluddin Ar-Rumi

Akhirnya tibalah pada giliran tempat yang ditunggu-tunggu, yaitu makam Jalaluddin ar-Rumi. Rombongan datang dan masuk bersamaan dengan para peziarah yang telah memenuhi lokasi dalam dan luar makam. Akhirnya dengan agak berdesakan, para rombongan bisa masuk ke dalam makam dan berdoa tahlil disana.
Rombongan melantuntan Tahlil dan Doa
Bisa dibilang, sebanyak kunjungan penulis ke makam ar-Rumi, baru kali ini bisa berkesempatan melaksanakan doa tahlil secara panjang dan lebih lengkap. Biasanya kalau kelamaan dan dianggap mengganggu, oleh penjaga makam disuruh untuk melanjutkan berjalan agar bisa bergantian.
Rombongan Melihat Benda-benda Peninggalan di Museum
Dalam kunjungan ini, pihak guide dari Departemen Agama pun menjelaskan secara rinci tentang benda-benda peninggalan yang ada di dalam area makam. Rombongan bisa melihat beberapa peninggalan seperti al-Quran, baju, bahkan jenggot Nabi Muhammad Saw.

Mengunjungi Kule, Gedung Tertinggi di Konya Serta Menikmati Jamuan dan Ramah Tamah

Agenda berikutnya yang terlaksana adalah jamuan makan malam bersama rombongan dan pihak dari Departemen Agama Konya. Jamuan kali kedua ini dilaksanakan di gedung tertinggi di Konya, yaitu Kulesite. Bangunan ini terdiri dari 42 lantai, dimana jumlah ini adalah sama dengan kode plat kendaraan Konya, 42.

Rombongan bisa menikmati hidangan khas Turki dalam beragam pilihan, seperti kebab daging, kebab ayam, olahan makaroni, dan lain sebagainya. Yang istimewa dari tempat ini adalah pengunjung bisa melihat Kota Konya ke beragam penjuru.

Menikmati Tari Sema

Agenda terakhir adalah menyaksikan tari Sema, yaitu tari sufi yang memiliki ciri khas berputar yang merupakan peninggalan dari Syeikh Jalaluddin Ar-Rumi. Tarian yang penuh dengan makna kesufian ini membuat rombongan dan pengunjung khusyuk dengan dibarengi alunan lagu khas sufi yang merdu.

Dengan menyaksikan tari Sema ini, pengunjung bisa mempelajari makna-makna di balik simbol serta gerakan dalam tarian, dimana tarian itu menggambarkan kematian dan penyatuan jiwa dengan Dzat yang dicinta, yaitu Allah Swt.
Sebelum berpisah, rombongan pun kembali berkumpul bersama dengan pihak Departemen Agama Konya dengan saling mengucapkan terimakasih dan ucapan selamat jalan. Bapak Reyhan, selaku perwakilan Departemen Agama mengatakan, "Kami sangat senang atas kedatangan rombongan, kami akan menunggu kedatangan anda kembali agar bisa bertemu dan bersilaturahim kembali." Rais Aam mewakili para rombongan mengatakan, "Terimakasih atas segala jamuannya dan penerimaannya. Kami menunggu kedatangan Anda di Indonesia. Apapun kebutuhan Anda yang bisa kami lakukan akan kami usahakan."

Penulis: Didik Andriawan

SHARE THIS

Author:

PCI NU Turki atau kepanjangan dari Pengurus Cabang Istimewa Turki, merupakan organisasi sosial keagamaan, yang berpusat di Jakarta, Indonesia. PCI NU Turki juga merupakan wadah Silaturahim dan bertukar pikiran untuk mengimplementasikan Islam yang moderat, progresif dan membumi.

0 comments: