Saturday, 7 December 2019

PCI NU Turki Gelar Peringatan Maulid Nabi, Tekankan Kasih Sayang sebagai Ajaran Utama Rasulullah





Ankara (Sabtu, 30/11)- Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul, Turki mengadakan peringatan maulid nabi Muhammad di ruang serbaguna KJRI Istanbul. Maulidan diisi dengan hiburan khas nahdliyin shalawat simtudhurrar dan ceramah keagamaan yang diisi Muhammad Badri Habibie dan Syekh Mouta al-Mourad dari Darul Hadits Al-Awamiyyah Istanbul.

Pada peringatan maulid nabi kali ini, PCINU Turki menekankan pada penghidupan akhlak dan budi pekerti rasulullah pada kehidupan sehari-hari.

"Kita sering lupa di sela-sela kesibukan duniawi ini tentang perangai nabi Muhammad yang penuh dengan kebaikan. Banyak sekarang yang hanya memanfaatkan agama sebagai kepentingannya. Maulid ini adalah momentum yang tepat untuk mengingat kembali kebaikan-kebaikan rasulullah," kata Ketua Tanfidziah PCINU Turki Ahmad Munji dalam pembukaan.

Pada peringatan maulid yang dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat di Turki itu, penceramah Muhammad Badrie mengajak masyarakat untuk mengambil sunnah-sunnah rasulullah dengan bijak.

"Dalam sunnah itu ada beberapa tingkatan, dari yang paling tinggi sampai yang tingkatannya rendah. Menyebar kasih sayang, seperti senyum, menjaga anak yatim itu termasuk sunnah yang substansial. Ironinya sekarang banyak yang mengaku meniru sunnah nabi, tapi terlalu fokus pada hal-hal yang tidak substansial, seperti memelihara jenggot, tapi sambil menebar teror kepada muslim lain," ujar dia.

Ia melanjutkan, masyarakat harus dapat membedakan perbedaan ushuliah, furu'iah, dan budaya agar tidak larut dalam pertengkaran dan mendekatkan kesan Islam yang ramah.

"Kita sekarang serba terbalik-balik. Kita sering terjebak pada perdebatan tentang furu'iah, seakan-akan itu adalah ushuliah. Ushuliah adalah hal yang tidak bisa diubah-ubah, seperti shalat, prinsip bahwa nabi terakhir adalah nabi Muhammad. Sementara, perdebatan pilihan politik misalnya adalah furu'iah, jadi jangan gontok-gontokan di sana seakan persoalan ushul. Di samping itu dalam berislam kita harus juga kompatibel dengan budaya kita berpijak," kata dia menjelaskan.

Senada dengan dia, Syekh Mouta al-Mourad menekankan pada akhlak nabi yang menyebar kasih kasih kepada siapa pun.

"Akhlak nabi sebenarnya ada banyak, seperti kata hadits; akhlak nabi adalah Al-Qur'an. Tapi yang saya ingin tekankan adalah pada rahmah (kasih sayang). Nabi turun membawa Islam yang rahmatan lil alamin. Ia selalu bersikap baik pada seluruh orang, bahkan dengan musuh-musuhnya sekalipun," ujar dia.

Menurutnya, tidak ada batas bagi kita untuk berbuat baik. Kunci surga adalah kebaikan, keikhlasan, dan kasih sayang.

"Bahkan seorang wanita yang dikenal pelacur bisa masuk surga karena memberi minum seekor anjing yang sedang haus. Jadi, kita harus terus menyebar kasih sayang seluas-luasnya," lanjut dia.




Acara maulid nabi setiap tahun selalu diselenggarakan PCI NU Turki dengan berbagai topik ceramah dan dihadiri oleh seluruh anggota dari seluruh wilayah di Turki, ormas Islam lain, serta masyarakat umum.

Savran Billahi
Mahasiswa S2 Jurusan Sejarah di Hacettepe University

SHARE THIS

Author:

PCI NU Turki atau kepanjangan dari Pengurus Cabang Istimewa Turki, merupakan organisasi sosial keagamaan, yang berpusat di Jakarta, Indonesia. PCI NU Turki juga merupakan wadah Silaturahim dan bertukar pikiran untuk mengimplementasikan Islam yang moderat, progresif dan membumi.

0 comments: